Konsep managed care yang semula tumbuh dan berkembang di Amerika Serikat menarik perhatian, karena menunjukkan kemampuannya dalam mengendalikan peningkatan biaya pelayanan kesehatan, khususnya di negara itu. Sebelum diberlakukannya konsep managed care, dalam dua dasawarsa kenaikan biaya pelayanan kesehatan melampaui angka inflasi atau kenaikan barang konsumsi lainnya. Selanjutnya dengan perkembangan penerapan konsep managed care tersebut di Amerika Serikat, dapat mengendalikan peningkatan biaya pelayanan sehingga untuk pertama kali terjadi kenaikan premi asuransi kesehatan lebih rendah dari inflasi umum. Sementara itu penghasilan dokter keluarga (family physician) yang berfungsi sebagai gate-keeper meningkat (Simon dan Boom, 1996).
Penerapan konsep managed care yang dilaksanakan di Amerika Serikat oleh kelompok Managed Care Organization (MCO)/Health Maintenance Organization (HMO), berdampak pada penghematan biaya pelayanan kesehatan dalam jumlah yang luar biasa. Penghematan tersebut terjadi antara lain melalui penurunan hari rawat di rumah sakit (sampai 150-180 hari rawat per 1000 pasien, bandingkan dengan hari rawat pada sistem indemnity yang dapat mencapai 350 hari per 1000 pasien). Terjadi juga kecenderungan untuk lebih memanfaatkan pelayanan rawat jalan daripada rawat inap, serta penghematan biaya obat sampai sekitar 36-50 persen. Adanya insentif finansial untuk dapat menghemat biaya pelayanan kesehatan kepada para dokter, tanpa meninggalkan mutu pelayanan kesehatan, akan membuat para dokter yang memberikan pelayanan berupaya untuk memberikan pelayanan yang efisien dan mencegah terjadinya pemanfaatan yang berlebihan (Baldor, 1996).Unduh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Plis, Tinggalkan Komentar