Permasalahan perbankan yang semakin berat dan kompleks, antara lain disebabkan oleh depresiasi rupiah yang sangat tajam, peningkatan akhirnya meningkatkan besarnya kredit bermsalah, lemahnya kondisi internal bank antara lain kualitas manajemen yang tidak memadai, terkonsentrasinya kredit kepada group terkait, dan rendahnya modal untuk penyerapan erbagai resiko kerugan.
Thomson (1991) menguji manfaat rasio keuangan dalam memprediksi kegagalan bank di tahun 1980-an di USA dengan mengambil sampel 770 bank serta 1.736 bank yang tidak bangkrut untuk periode amatan 1984- 1989. manfaat lain dari menganalisa laporan keuangan perusahaan melalui rasio-rasio keuangan menurut Altman (1983), adalah untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan, analisis ini dilakukan guna memperoleh peringatan awal kebangkrutan tersebut diketahui, semakin baik bagi pihak manajemen karena pihak manajemen dapat melakukan perbaikan-perbaikan pihak kreditur danjuga pihak investor bisa melakukan antisipasi dari berbagai keungkinan yang buruk.
Terbatasnya suatu penerapan anlisa rasio, Altman mencoba mengkombinasikan beberapa rasio yang menjadi model prediksi dengan teknik statistik yaitu analisa diskriminan yang digunakan untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan. Altman menemukan model yang disebut nilai 2 (2-score) yang dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : (Altman, 1983) Unduh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Plis, Tinggalkan Komentar